Get Adobe Flash player

Dusun Kalipucang

Pedukuhan Kalipucang merupakan salah satu pedukuhan yang terletak di bagian timur dari Desa Bangunjiwo, berbatasan langsung dengan Desa Pendowoharjo, Sewon di sisi selatan. Sedangkan di bagian utara, wilayah Pedukuhan Kalipucang bertemu langsung dengan Pedukuhan Gedongan dan Kajen, yang masih termasuk wilayah Desa Bangunjiwo.

Pedukuhan Kalipucang kaya akan potensi wisata, terutama di bidan kerajinan. Di pedukuhan ini, dapat kita temukan puluhan pengrajin kreneng atau wadah keramik. Di sisi timur dari dukuh nomor limabelas ini kita juga dapat menjumpai para pengrajin blangkon dan sanggar lukis. Ikut mengusung nama Kasongan, Pedukuhan Kalipucang adalah salah satu pedukuhan penopang sentra kerajinan gerabah kebanggaan Kabupaten Bantul tersebut. Di dukuh ini banyak ditemukan sanggar dan workshop keramik, yang kebanyakan terkonsentrasi di bagian finishing atau pengecatan tahap akhir.

Kalipucang juga merupakan desa yang sangat indah dan nyaman untuk dikunjungi dan ditempati pengunjung karena masih memilikilahan sawah yang luas yang dilalui oleh sungai. Selain itu, aspek lain yang membuat desa ini sangat nyaman adalah keramahan dari warganya yang sangat terbuka terhadap kehadiran pengunjung. Sarana lain yang tak boleh dilupakan adalah adanya beberap homestay di Pedukuhan Kalipucang. Keberadaan homestay ini tentu ikut mendukung terciptanya desa wisata di sekitar Kasongan.

 

    

Foto Kiri :Aktivitas ‘finishing’ keramik. Kanan: salah satu homestay yang ada di pedukuhan ini.

 

Wilayah administratif Pedukuhan Kalipucang dibagi menjadi 5 (lima) RT. Yang menjadi keunikan adalah, setiap RT ternyata memiliki nama sendiri-sendiri. Wilayah RT 01 dikenal dengan nama Ngledok. Kemudian ada nama Jambu Mete, digunakan untuk menyebut wilayah RT 02. Sedangkan Gesik dan Kembang masing-masing secara urut untuk wilayah RT 03 dan RT 05. Nama Kalipucang sendiri mewakili wilayah RT 04.

Beberapa Fasilitas yang dimiliki Pedukuhan Kalipucang setidaknya 2 (dua) buah homestay. Salah satunya adalah yang dimiliki oleh Narto. Terletak di Kalipucang RT 04, rumah inap yang dibangun oleh Narto adalah gambaran homestay yang ideal. Fitur dan fasilitas yang lengkap, menonjolkan keindahan dan kesenian lokal, dibalut dalam keasrian dan ketenangan, serta terintegrasi dengan obyek pariwisata lain di sekitar Kasongan seperti Jathilan Kajen, sanggar seni di Pedukuhan Sembungan dan lainnya.

 

    

   

 

Dari Kiri atas, searah jarum jam: Narto (kiri) pemilik dan pengelola ‘homestay’ bersama kepala dukuh Kalipucang, Aryo Sudiro. Tampak depan dari Homestay.bagian depan dan samping homestay yang digunakan untuk finishing keramik. Denah dan daftar fasilitas homestay.

 

Kerajinan

Pedukuhan Kalipucang memiliki banyak produk kerajinan. Yang banyak dan paling mudah ditemukan tentu saja kerajinan gerabah / keramik. Letak wilayahnya yang tak jauh dari Kasongan, membuat dukuh ini masih kental akan dunia olah tanah liat. Hampir seluruh aktivitas pembuatan keramik dapat kita saksikan disini. Mulai dari pencetakan keramik, pengecatan finishing sampai proses packing keramik. Akan tetapi, yang lazim dikerjakan para pengrajin keramik di Pedukuhan Kalipucang adalah pengecatan tahap akhir atau finishing. Sehingga banyak ditemukan keramik-keramik dengan motif dan corak yang beraneka ragam. Bahkan ada pula yang menjadikan keramik sebagai kanvas lukis. Hasilnya, lukisan diatas guci keramik yang eksklusif.

Banyak pengrajin yang menggunakan media cat mobil atau duco sebagai finishing keramik. Menurut para pengrajin, cat mobil akan membuat keramik lebih mewah dan mengkilap, walau harga jualnya akan ikut mengkilap / jauh lebih mahal. Sehingga tak heran jikalau peralatan para pengrajin keramik di Pedukuhan Kalipucang tak kalah dengan bengkel cat airbrush mobil.

 

    

   

 Dari kiri atas, searah jarum jam: Seorang pengrajin yang sedang mengecat keramik. Aktivitas bongkar muat keramik. Patung keramik yang baru ‘lahir’ dari cetakan. Seorang pelukis yang sedang berkarya di sanggar.

 

Kerajinan selanjutnya adalah kerajinan Blangkon dan Kreneng. Blangkon adalah penutup kepala khas Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Sedangkan kreneng adalah wadah keramik, yang berupa ‘kantong’ dari anyaman bambu. Kedua kerajinan ini menjadi warna tersendiri bagi Pedukuhan Kalipucang, walau belum setenar kerajinan keramik.

Kerajinan Blangkon yang ada di Pedukuhan Kalipucang dimiliki oleh Fajar, yang dalam proses produksinya dibantu oleh belasan karyawannya. Usaha rumahan ini mampu menyerap tenaga kerja dari para pemuda dan pemudi Pedukuhan Kalipucang. Jenis blangkon, menurut Fajar, dibedakan menjadi dua, yaitu model Blangkon Yogyakarta dan Blangkon Solo. Perbedaan mendasar dari kedua jenis penutup kepala ini adalah di bagian belakang. Untuk model Yogyakarta, terdapat semacap ‘benjolan’ kecil di belakang.Sedangkan untuk model Solo, blangkon tampil polos, tanpa ‘benjolan’.

Dalam sehari,Fajar dan karyawannya total mampu memproduksi 70 hingga 90 buah blangkon. Dikarenakan perbedaan model blangkon, Fajar membagi karyawannya menjadi dua, sehingga tiap karyawan hanya khusus mengerjakan satu model blangkon saja.

Harga satu buah blangkon dapat mencapai 20 hingga 22 ribu untuk model Yogyakarta dan 15 hingga 22 ribu untuk model Solo. Produk blangkon asal Kalipucang ini 75% disetor ke berbagai pedagang di kawasan wisata Malioboro dan Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Dan dalam kurun waktu satu bulan, Fajar mampu menyetor dua kali ke Surabaya dan Jakarta.

 

     

     

Foto atas; Proses pembuatan blangkon. Foto bawah; proses pembuatan kreneng

 

Sedangkan kreneng adalah kerajinan ‘tradisional’ Pedukuhan Kalipucang. Kerajinan ini sudah ada di Kalipucang selama lebih dari 30 tahun silam. Pelopor kerajinan ini diantaranya adalah Joyono dan Kariyo Dimejo. Keberadaan kreneng sebagai wadah keramik tentunya akan tetap dibutuhkan, seiring banyaknya keramik yang dihasilkan Kasongan.

Kerajinan kreneng hanya dibuat di Kalipucang RT 04. Dan kebanyakan pengrajinnya adalah ibu-ibu rumah tangga.. Dalam sehari, mereka mampu membuat 100 kreneng. Proses pembuatan kerajinan yang berbahan baku bambu hijau ini sebenarnya cukup singkat. Pertama kali bambu dipotong, kemudian di rat atau dibuat menjadi lapisan tipis-tipis. Sebelum dianyam, bambu terlebih dahulu dijemur, hingga benar-benar kering. Baru setelah itu, bambu yang telah dijemur dapat segera dianyam.

 

Fasilitas:

No.

Kategori Fasilitas

Rincian Fasilitas

Jumlah

1.

Ruang Terbuka

Lapangan Olahraga

3

2.

Pendidikan

SD

1

3.

Peribadatan

Masjid

3

Langgar

1

4.

Perekonomian

Pertokoan

1

Toko

6

Warung

4

5.

Kesehatan

Puskesmas Pembantu

1

 

 

Posyandu

3

6.

Pemerintahan

Balai Pertemuan

1

 

 

Gardu Jaga (Pos Ronda)

5

 

Data Penduduk Pedukuhan Kalipucang:

 

No.

Berdasarkan

Jumlah

1.

Jenis Kelamin

L

P

 

601

626

1227

2.

Struktur Pendidikan

Tidak/Belum

Sekolah

Lulus

SD

Lulus SMP

Lulus

SMU

Akademi/

PT

 

276

216

169

91

13

765

3.

Umur

0-14

15-24

25-49

>50

 

279

180

536

232

1.227

4.

Pekerjaan

Petani

Buruh

Pedagang

PNS

Swasta

Guru

Pengusaha

TNI/POLRI

 

55

266

69

9

29

2

66

7

503

Jumlah KK : 360